SEKOLAH ALAM UNTUK BUMI HIJAU

SEKOLAH ALAM UNTUK BUMI HIJAU

Aktivitas peduli lingkungan saat ini semakin banyak dilakukan utamanya oleh anak-anak muda sebagai bentuk kesadaran terhadap kondisi alam yang semakin memburuk. Pada tanggal 6-8 Januari 2017 Mahasiswa Sosiologi USU mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mendirikan “Sekolah Alam Untuk Bumi Hijau” di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Kegiatan pengabdian tersebut dihadiri oleh Camat Medan Belawan Rudi Faisal Lubis MSP, Lurah Belawan Sicanang Aidil Yusra, Kepala Biro Lingkungan Hidup Kota Medan Soneta SH, M.Si, Ketua Kelompok Mangrove Rusmiono serta beberapa dosen sosiologi dari FISIP USU.

Canang 1

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi pendidikan luar sekolah bagi anak-anak yang putus sekolah dengan memanfaatkan potensi alam mangrove.“Disini ada 6.000 anak yang mengalami putus sekolah dengan berbagai alasan di antaranya faktor kemiskinan. Dengan adanya sekolah alam ini sangat membantu anak-anak nelayan bisa menikmati dunia pendidikan melalui sekolah alam ini. Sekolah alam ini tidak mengikat waktu dan tempat bagi mereka. Pulang menangkap ikan mereka tetap bisa mengikuti proses belajar. Saya sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak sosiologi ini.”, kata Bu Arma selaku pengelola mangrove.

Canang 2

Di sekitar sekolah alam ini juga dilakukan penanaman 1000 bibit Mangrove oleh mahasiswa FISIP USU. Selain dari bentuk kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam menanggulangi banjir rob dan abrasi yang selalu melanda daerah pesisir Sicanang. Seperti yang disampaikan oleh Bapak camat Medan Belawan bahwasanya “Waktu itu sicanang ini belum begini adanya, begitu banyak kemajuan yang telah terjadi di daerah ini dan itu hasil dari swadaya masyarakat sendiri.” Sicanang dipilih sebagai lokasi penanaman mangrove karena daerah tersebut sebagai satu-satunya wilayah pengembangan mangrove di Belawan.

Canang 3

Acara ini dimulai dengan kata Sambutan dari perwakilan dosen dan humas USU yaitu Bapak Bisru Hafi S.Sos M.Si kemudian di lanjutkan oleh sambutan pak Rudi Faisal Lubis, kemudian di teruskan oleh Badan Lingkungan Hidup provinsi Sumatera Utara Ibu Soneta, SH, M.Si dan ditutup oleh ketua kelompok pengelolah ekowisata Pak Rusmiono.

Rimbawan FAHUTAN USU Bergerak Untuk Aceh

Rimbawan FAHUTAN USU Bergerak Untuk Aceh

Aliansi Mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara yang diberi nama Rimbawan USU Peduli Aceh (RUPA) telah menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya dan sekitar, 17 Desember 2016. Gempa 6,5 skala Ritcher yang mengguncang wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya terejadi pada Hari Rabu, 07 Desember 2016 subuh hari. Dari Kondisi tersebut sudah banyak yang menjadi korban akibta bencana alam tersebut. Tim RUPA ( Rimbawan USU Peduli Aceh) juga terpanggil cepat tanggap untuk membantu korban bencana, Tim ini yang berisikan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di Fakultas Kehutanan USU, segera dengan cepat menggalang dana dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan untuk para korban

Rimbawan 1

Ketua Aliansi RUPA menyatakan bahwa ini merupakan salah satu inisiatif kita bersama sebagai mahasiswa khususnya selaku Mahasiswa Fakultas Kehutanan , dikarenakan peran mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk melaksanakan kaidah kaidah didalam perguruan tinggi yang terdapat pada tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tentu dengan kejadian ini membuat hati kita sebagai mahasiswa ikut perihatin dan bergerak dan ikut terjun membantu masyarakat secara langsung baik materi maupun tenaga.

Hal ini juga senada disampaikan oleh Koordinator Aksi yaitu Fahrul Rozi Panjaitan mengatakan hal yang sama bahwa selain menuntut ilmu peran mahasiswa diharapkan ikut membantu dalam kegiatan berlandaskan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Untuk penggalangan dana dilakukan selama 3 hari di selangi waktu kuliah ini membuat dana yang terkumpul sebesar Rp. 4.800.000, kemudian dana yang telah terkumpul di belanjakan sesuai dengan kebutuhan para korban gempa. Adapun barang yang dibelanjakan yaitu 5 buah tikar, 10 karung beras, popok anak-anak dan dewasa, selimut, sarung serta beberapa baju dan kaos layak pakai yang berhasil dikumpulkan oleh tim RUPA’’ ungkap Rozi “Pembagian bantuan nantinya kan di berikan ke beberapa posko pengungsian yang berada dikawasan pedalaman“

Rimbawan 2

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen civitas akademika, kepada Ibu Siti Latifah S.Hut., M.Si., Ph.D, selaku Dekan Fakultas Kehutanan yang memberikan izin kepada kami untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat ini. Bapak Dr. Apri Heri Iswanto S.Hut., M.Si., selaku Wakil Dekan III juga dalam hal ini memberikan semangat dan dukungan kepada Kami, “Sebuah apresiasi untuk kita semua yang sudah menunjukkan kepedulian kita sebagai akademisi yang tidak hanya berfokus kepada pelajaran diruang kelas, namun turut ikut andil membantu saudara kita yang tertimpa musibah, bukan jumlah yang kita liat, namun niat dan usaha yang menjadi poin penting, selamat jalan para tim relawan untuk menyalurkan langsung bantuan korban bencana gempa bumi”. Selain itu juga kepada Bapak Dr. Achmad Siddik Thoha, S.Hut., M.Si, yang memberikan pandangan dan kondisi bagaimana lokasi terjadi gempa dan posko pengungsian agar pemeberian bantuan tepat kepada yang dibutuhkan.

Ketua Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Sumatera Utara (IKAHUT) Dede Adam S.Hut, memberikan Apresisasi kepeda adik adiknya di Fakultas Kehutanan USU, bahwa kegiatan seperti ini harus di tingkatkan lebih lanjut lagi. Dan juga mahasiswa di lingkungan Fakultas Kehutanan USU. Tepat pada Sabtu, 18 Desember 2016 Pukul 11.00 WIB, Tim berhasil menuju lokasi penggungsian yang berda didaerah jauh dari jangkauan kota besar. Posko berada di Desa Lhok Puuk Kecamatan Pentaraja ini sebanyak kurang lebih 113 KK yang mengungsi akibat gempa.

Rimbawan 4

Tim RUPA langsung menyalurkan bantuan di lokasi tersebut dibantu dan diarahkan oleh Bapak Saiful selaku pemandu tim RUPA dalam menyusuri posko pengungsian. Bapak Muhammad selaku ketua Posko tersebut menyambut hangat tim RUPA dan menerima semua bantuan yang diberikan secara langsung oleh tim. Ia mengatakan, berterima kasih kepada tim RUPA yang telah jauh jauh menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam untuk memebrikan bantuan kepada kami. Menurut Beliau RUPA dalam hal ini merupakan tim yang baru pertama kali memberikan bantuan kepada posko kami dari kalangan Mahasiswa khususnya di daerah Sumatera Utara.

Angga Wijaya sebagai ketua tim RUPA menyampaikan ‘’bahwa dana yang terkumpul akan dibelikan barang yang berguna untuk para korban gempa. ’’Hal senada disampaikan oleh Fahrul Rozi Panjaitan “Kami cukup prihatin dan sedih terhadap korban gempa yang masih trauma terhadap kejadian gempa tersebut dan juga bangunan yang rubuh dan hancur akibat gempa’’ ujar salah satu tim RUPA. “bantuan yang diberikan berupa selimut, tikar, sarung, beras, popok anak-anaka dan dewasa serta susu bayi’’ .

Rimbawan 5

Terimah kasih kami ucapkan kepada para Relawan Rimbawan USU PEduli Aceh (RUPA) yaitu seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU YANG sudah mengambil andil untuk menggalang dana, terimah kasih juga kepada pihak Dekanat Fakultas Kehutanan USU dan Ikatan Alumni Kehutanan (IKAHUT) yang sudah memberikan dukungannya, kepada para donator yang sudah mendonasikan hartanya. Semogah apa yang kita berikan menjadi amalan kebaikan kita.
Oleh : Tim Rimbawan USU Peduli Aceh, Pidie Jaya 18-20 Desember 2016
Penulis : Khairil Amri
Editor : Angga Wijaya
Fotografer : Khairil Anwar Ritonga dan Akbar Dalimunthe

USU Teken Kerjasama Institut Francais d’Indonesie

Universitas Sumatera Utara menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Francais d’Indonesie, yang berlangsung pada Kamis (23/06/16) di gedung BPA USU Kampus Padang Bulan.

Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Runtung, SH, MHum, yang didampingi oleh Sekretaris USU Prof. Gontar Siregar, Wakil Rektor II Dr. Fidel Ganis Siregar, Kepala Kantor Urusan Internasional USU Dr. Esther Nababan, Kepala Pusat Bahasa USU Prof. T. Silvana Sinar, Dekan FIB Dr. Budi Agustono, dan Dekan FMIPA Dr. Kerista Sebayang, menyambut baik ikatan kerjasama tersebut dan mengucapkan terima kasih atas terbukanya peluang kerjasama dengan Alianza Francais Medan.

Dikatakannya, kerjasama USU dengan Institut Francais d’Indonesie melalui Alianza Francais Medan telah berlangsung pada masa Rektor sebelumnya. Kerjasama itu, ujarnya, yakni membuka kelas Bahasa Perancis Level A1 dan Level A2. USU juga memiliki warung Perancis yang diresmikan pada tahun 2014 dan terletak di Pusat Bahasa USU. “Pada tahun ini juga ada dua staf pengajar yang melanjutkan studi program doktor di Perancis melalui beasiswa LPDP. Kedua orang itu adalah, Ibu Vivi yang melanjutkan studi S3 di University de Poiter, dan Ibu Joiverdia yang melanjutkan studi S3 di salahsatu perguruan tinggi di Perancis,“ ucap Rektor.

Rektor berharap kerjasama itu dapat terus berlanjut dimasa yang akan datang dengan program yang lebih luas dan bervariasi, serta semakin banyak staf pengajar USU yang melanjutkan studi S3 di Prancis. Sementara Antoine Devencoux du Buysson, atase Kedutaan Perancis di Indonesia, yang didampingi Thomas Simoes (Direktur Alianza Francais Medan), Pogy Kurniawan (President Alianza Francais Medan), Debbie Rosaline (Campus France), dan Irma Tobing (Responsible Pedagogic), mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kerjasama tersebut.

Disebutkannya, kerjasama dengan USU sangat penting dimana kedua institusi mendapatkan manfaatnya. Diakuinya kerjasama yang telah berlangsung selama ini telah berjalan baik seperti kelas bahasa Perancis dan adanya Warung Perancis. “Saya juga berharap dengan adanya MoU ini semakin membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk mengembangkan program kerjasama ke arah yang lebih luas,” tutup Antoine.

Luhut Panjaitan Sampaikan Kuliah Umum

Medan–USU: Untuk membangun suatu daerah, khususnya Sumatera Utara diperlukan suatu kerjasama (team work) yang baik. Begitu juga dengan Sivitas Akademika Universitas Sumatera Utara, jika ingin membangun Universitas Sumatera Utara menjadi lebih baik lagi, tentu diperlukan (team work) yang baik pula.

Demikian pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jend. (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dalam Kuliah Umum yang bertemakan “Pembangunan wilayah yang berbasis hukum, politik dan kemanan”. Kuliah Umum yang dilaksanakan pada Senin (25/07/16) di gedung Gelanggang Mahasiswa USU tersebut berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh segenap sivitas akademika Universitas Sumatera Utara .

Turut hadir dalam acara ini Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum, Wakil Rektor II USU DR dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG(K), Direktur Sekolah Pascasarjana USU Prof Robert Sibarani MS,  Perwakilan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Anggota MWA USU, Anggota Senat Akademik USU, Ketua DGB USU, Alumni USU, dan mahasiswa Pascasarjana USU.

Pada kuliah umum tersebut, Luhut Panjaitan juga menjelaskan tentang Upaya dan Strategi Pembangunan yang saat ini sedang dijalankan oleh Pemerintah, diantaranya  Pemerataan Pembangunan terutama diluar Pulau Jawa, Peningkata daya saing, dan Transformasi komoditi berorientasi industri.


Diungkapkannya, “Salah satu contoh strategi pembangunan tersebut adalah dengan mengalokasikan dana untuk pembangunan desa. Menurut data yang ada, pengalokasian dana pembangunan pada setiap desa di Indonesia pada setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2015 sebesar 0,7 Milyar, 2016 sebesar 1,2 Milyar, 2017 diperkirakan sebesar 1,7 Milyar dan 2018 diperkirakan sebesar 2,3 M.

Dari pemerataan pengalokasian Dana Pembangunan Desa tersebut, secara signifikan juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan disetiap desa. Karena dari dana tersebut, mereka dapat membangun desa yaitu dengan membangun dan mengembangkan potensi desa atau dari kearifan Lokal yang dimiliki, dan menurut Presiden Jokowi bahwa sudah saatnya Pemerataan itu tidak hanya di Pulau Jawa melainkan juga harus dirasakan oleh setiap wilayah maupun desa yang ada di Indonesia”, demikian ungkap Luhut Panjaitan selaku mantan Meko Polhukam RI.    

 
Pada kesempatan ini Luhut Panjaitan juga menyinggung tentang Tax Amnesty yang saat ini sedang diprogramkan pemerintah. “Tujuan dari tax amnesty ini adalah untuk mengumpulkan database perpajakan guna peningkatan pendapatan pajak jangka panjang, peningkatan pajak tahun 2016, dan peningkatan sistem IT perpajakan. Sehingga dengan tercapainya tujuan Tax Amnesty tersebut pemerintah dapat mengatur tentang penurunan tarif pajak sekaligus penguatan penegakan Hukum Pajak”, ungkap Luhut.

Tax Amnesty menurut difinisi yang diungkapkan oleh Luhut Panjaitan adalah suatu penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana dibidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur didalam undang-undang.


Sementara itu Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung SH MHum pada sambutannya di sesi pembukaan acara kuliah umum tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menko Polhukam atas kunjungan sekaligus memberikan Kuliah Umum di Univesritas Sumatera Utara.

“Dalam kesempatan ini, kami tentunya selaku pimpinan Universitas Sumatera Utara mengucapkan terimakasih kepada bapak Menteri, walau ditengah kesibukan yang ada, bapak Menteri masih dapat meluangkan waktunya untuk memberikan kuliah umum yang merupakan pencerahan bagi seluruh Sivitas Akademik Universitas Sumatera Utara, dan marilah kita ikuti secara seksama sehingga nanti kita dapat memetik hasil yang maksimal dari Kuliah Umum yang diberikan oleh bapak Menteri” demikian ungkap Rektor USU.

Reshuffle Kabinet

Berdasarkan informasi yang dikutip pada laman nasional.kompas.com bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengadakan perombakan kabinet (reshuffle kabinet) jilid II di Kompleks Istana Negara Jakarta. Melalui Jumpa pers (27/7/2016) yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri, dan para calon menteri, sebanyak 13 mentri yang terpilih telah di pekernalkan oleh Presiden RI tersebut dan salah satunya adalah Jend. (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Sementara yang menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan  adalah Jend (purn) Wiranto. (Esther/Humas).

Mahasiswa Teknik Elektro USU Ciptakan Mobil Listrik

MEDAN-USU: Setelah keberhasilan Tim Horas yang menciptakan mobil hemat energi, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melakukan inovasi. Mereka menciptakan mobil listrik generasi ke II yang diberi nama Lamringan Proto dan Lamjingar Urban. Dua jenis mobil itu lahir dari tangan-tangan mahasiswa di Tim Asatama USU. Rencananya, kedua mobil itu juga akan diikutkan dalam kontes Energy Marathon Challange (IEMC) di Malang mendatang. Keduanya diikutkan pada dua kategori yang berbeda.

mobil-listrik
Dekan Fakultas Teknik USU, Prof Bustami Syam, saat peluncuran dua mobil listrik itu, Sabtu (11/10/2015) menjelaskan, mobil tersebut merupakan buatan Tim Asatama di bawah naungan Departemen Teknik Elektro. “Jadi di Teknik ada dua tim, pertama ada Tim Horas yang menciptakan mobil hemat energi, kedua Tim Asatama yang menciptakan mobil listrik. Nah, tahun lalu Asatama juga ikuti kontes serupa, namun hanya tembus di posisi lima besar,” katanya. Ia berharap, dalam keikutsertaan yang kali kedua ini, Tim Asatama mampu meraih hasil maksimal. “Kita berharap, yang terbaik. Terimakasih kepada sponsor dan alumni yang telah banyak membantu,” katanya.


Manager Tim Asatama, Rio Richard Simanjuntak menjelaskan, pada even nasional itu, Asatama akan menurunkan Lamringan Proto pada kelas prototype, sementara Lamjingar Urban pada kelas Urban Concept. “Kita sudah membenahi kelemahan-kelemahan pada mobil generasi pertama dan melakukan riset untuk membuat mobil dengan efisiensi yang lebih baik,” ujarnya.


Ditambahkan, mobil listrik yang diciptakan sama sekali tanpa emisi. Dua mobil itu kemudian di uji cobakan di USU. Dalam uji coba itu, dua mobil bekerja dengan baik dan siap 100 persen untuk mengikuti kompetesi IEMC di Malang.

Page 1 of 2