Prosedur Skripsi

Prosedur Skripsi ( SOP Pengajuan Skripsi )

•    Syarat Penyusunan Skripsi

1.    Mahasiswa  yang diwajibkan menyusun skripsi oleh program studi harus sudah lulus 110 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,00 serta memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan oleh Fakultas masing-masing.
2.    Mahasiswa yang telah memenuhi ayat (1) wajib menyampaikan penyusunan rencana skripsi sesuai dengan lingkup masalah yang menjadi perhatian departemen program studi yang bersangkutan.

•    Penyusunan Skripsi

1.    Ketua Departemen/Program Studi menetapkan seorang pembimbing skripsi dan bila perlu dapat menambah seorang pembimbing lainnya yang diambil dari departemen/program studi atau dari luar Universitas setelah mahasiswa menyerahkan penyusunan rencana skripsi.
2.    Penyusunan rencana skripsi yang dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku pada Fakultas masing-masing.
3.    Rencana skripsi dapat diajukan dan mendapat persetujuan selambat-lambatnya 2 (dua) semester sebelum masa studi terjadwal berakhir, dan harus telah memenuhi syarat pasal 20.
4.    Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia, kecuali pada departemen/program studi bahasa asing, skripsi dapat ditulis dalam bahasa asing.
5.    Skripsi harus diselesaikan selambat-lambatnya dalam waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak rencana skripsi disetujui.
6.    Persetujuan selesainya bimbingan skripsi paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa studi berakhir.

•    Pemimbing Skripsi

1.    Persyaratan pembimbing skripsi ditetapkan oleh fakultas/departemen program studi.
2.    Pembimbing skripsi maksimum 2 (dua) orang.
3.    Pembimbing skripsi harus membuat jadwal bimbingan dan mengisi Lembar Bukti Bimbingan (LBB) dalam melaksanakan tugas bimbingan.
4.    Ketua Departemen dapat menunjuk penganti pembimbing skripsi jika pembimbing tidak dapat menjalankan tugasnya.

•    Struktur dan Format Skripsi

1.    Struktur skripsi diatur oleh fakultas/departemen masing-masing.
2.    Skripsi diketik dengan jarak 1,5 (satu setengah) spasi pada kertas HVS 70 mg yang berukuran A-4 dengan font Times New Romans ukuran 12.


•    Pesyaratan Ujian Skripsi

1.    Naskah skripsi harus sudah memenuhi syarat baik isi, bahasa, maupun teknik penulisan dan menurut format yang telah ditetapkan oleh departemen masing-masing, serta disetujui dan ditandatangani oleh pembimbing skripsi.
2.    Panitia ujian skripsi harus sudah menerima salinan yang telah disetujui pembimbing selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian skripsi tersebut dilaksanakan.
3.    Lembar Bukti Bimbingan (LBB) harus dilampirkan.
4.    Mahasiswa pada fakultas yang menyelenggarakan ujian sarjana harus sudah lulus semua mata kuliah yang diprogramkan untuk program studi yang diambil kecuali skripsi dengan IPK ≥ 2,00.

•    Pelaksanaan Ujian Skripsi

1.    Fakultas/departemen/program studi menetapkan tanggal ujian skripsi dan panitian ujian.
2.    Skripsi harus diujikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah skripsi disetujui oleh komisi pembimbing.
3.    Anggota penguji skripsi minimal 3 (tiga) orang yaitu pembimbing dan dosen.
4.    Penguji yang dimaksud pada ayat (3) harus ahli dalam materi skripsi yang ditulis.
5.    Pada waktu ujian skripsi para pembimbing sebagai anggota penguji tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.
6.    Apabila ujian skripsi sudah ditentukan waktunya oleh fakultas/departemen ternyata salah seorang pembimbing sebagai anggota penguji berhalangan hadir dengan sebab yang dapat dipertanggung jawabkan, ketua departemen dan pembimbing/penguji yang hadir bermusyawarah untuk pergantian pembimbing yang tidak hadir tersebut dengan memperhatikan ketentuan Pasal 25 ayat (4).
7.    Komponen yang dinilai pada ujian skripsi ialah: Substansi/isi, sistematika penulisan, kemampuan penyampaian/kemampuan mengemukakan pendapat, penguasaan materi/metodologi, penampilan mahasiswa pada waktu ujian.
8.    Lama sidang skripsi maksimal 90 menit.
9.    Keberhasilan mahasiswa di dalam ujian skripsi ditetapkan bersama oleh panitia ujian skripsi dalam siding tertutup.
10.    Keputusan panitia ujian skripsi dicantumkan dalam berita acara ujian skripsi dan hasilnya diumumkan oleh ketua panitia ujian skripsi segera setelah sidang selesai.
11.    Mahasiswa yang telah menjalani ujian skripsi diberikan petikan berita acara ujian skripsi guna memenuhi kewajiban-kewajiban perbaikan/penyempurnan yang disebutkan di dalam berita acara ujian tersebut.
12.    Mahasiswa yang tidak lulus di dalam ujian skripsi diberikan kesempatan mengulang ujian skripsi selama tidak melewati batas masa studinya.

•    Penyempurnaan Skripsi

1.    Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian skripsi wajib menyempurnakan skripsi yang dijilid rapi dan ditandatangani oleh anggota pembimbing skripsi dan minimal 6 (enam) eksamplar diserahkan kepada para pembimbing, departemen, penguji, dan satu bentuk compact disk (CD) kepada perpustakaan pusat.
2.    Penyempurnaan skripsi merupakan persyaratan yudisium.