Kurikulum

Sistem pengajaran PS S1 Psikologi pada awalnya mengacu  pada Kurikulum Nasional Pendidikan Psikologi berdasarkan SK Mendikbud No.0324/U/1994. Sejak tahun akademik 2002/2003 mulai diterapkan kurikulum baru yang didasarkan pada Surat Ketetapan Bersama antar Dekan Program Studi Psikologi se-Indonesia dan HIMPSI No.01/Kol.-PSI/02 (Kurikulum 2002).  Selanjutnya berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum tersebut, serta dengan mempertimbangkan masukan dari para stakeholder dan juga berdasarkan hasil Kolokium Psikologi Indonesia ke XVIII di Surabaya tahun 2008, maka dilakukan revisi terhadap Kurikulum 2002. Kurikulum baru telah disusun dengan mengintegrasikan berbagai aspek kompetensi yang bersifat dasar teoritik dan praktis  yang satu sama lain saling berkaitan.  Sebagai upaya untuk mempermudah memahami  keterkaitan antara setiap mata kuliah, disusun alur kurikulum.  Melalui alur kurikulum dapat dilihat kedudukan satu mata kuliah dalam keseluruhan kurikulum, mata kuliah prasyarat yang harus dipenuhi sebelum mengambil mata kuliah tertentu dan pada semester berapa mata kuliah tersebut dapat diambil. Pada tahun ajaran 2008/2009 PS Psikologi  mulai memberlakukan kurikulum baru (Kurikulum 2008) untuk mahasiswa angkatan 2008 keatas.
Kurikulum yang baru ini dinilai lebih  sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan PS Psikologi. Peluang mahasiswa untuk mengembangkan diri  dalam kompetensi yang bersifat praktis dilakukan dengan mewajibkan mahasiswa menjalani praktek atau praktikum. PS Psikologi memberi peluang kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah pilihan sesuai dengan minat yang dimilikinya.  Pada umumnya mata kuliah pilihan yang ditawarkan adalah mata kuliah yang tergolong mutakhir. Mata kuliah tersebut ada di bawah koordinasi Departemen. Kurikulum untuk muatan lokal yang bersifat Mata Kuliah Pilihan ini selalu dibahas pada rapat Program Studi di awal semester sebagai hasil rapat pada tingkat departemen. Dari pembahasan tersebut untuk beberapa MK Pilihan adakalanya sementara tidak ditawarkan pada semester berjalan atas pertimbangan peminat dan ketersediaan dosen.   

Sampai dengan saat ini dalam proses penyusunan kurikulum belum seluruh departemen melibatkan para stakeholders secara langsung. Namun, umpan balik dari stakeholders bisa diperoleh dari presentasi para alumni yang secara rutin dilaksanakan dalam setiap acara peringatan Dies Natalis PS Psikologi USU. Masukan tersebut sejauh mungkin diupayakan untuk dapat diakomodasi dalam perbaikan materi ajar di PS Psikologi USU.
Pendanaan secara khusus dalam anggaran institusi untuk pemutakhiran kurikulum sementara ini belum dialokasikan. Pembiayaan untuk kegiatan ini biasanya menjadi bagian dari penyelenggaraan rapat kerja Program Studi. Mengingat proses pemutakhiran kurikulum merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan secara rutin maka perlu dipertimbangkan untuk mengalokasikan pendanaannya dalam anggaran institusi.
Dengan adanya tuntutan untuk menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam proses belajar mengajar (PBM) PS Psikologi USU telah melakukan langkah awal dengan menyelenggarakan workshop KBK untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan sistem KBK dari PS di lingkungan USU yang sudah menerapkannya (FK dan FKG). Pada saat ini PS Psikologi belum menerapkan sistem KBK mengingat keterbatasan sumber daya. Namun demikian, Unit Pengembangan Pendidikan (UPP) pada saat ini sedang mempersiapkan rancangan sistem tersebut untuk dapat diterapkan di lingkungan PS Psikologi USU.

Struktur Kurikulum
•     Jumlah SKS minimum untuk kelulusan adalah 144 SKS
•     Kurikulum 2008

Jenis Mata Kuliah sks Keterangan
(1) (2) (3)
Mata Kuliah Wajib 132 Wajib diambil oleh seluruh mahasiswa
Mata Kuliah Pilihan 12 Jumlah SKS minimal yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa
Jumlah Total 144  

 

•    Kurikulum Perguruan Tinggi

Jenis Mata Kuliah sks Keterangan
(1) (2) (3)
Mata Kuliah Wajib 136 Wajib diambil oleh seluruh mahasiswa
Mata Kuliah Pilihan    8 Jumlah SKS minimal yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa
Jumlah Total 144